Pilih resolusi video untuk diunduh.
Kematian mendadak Zhan Mao Chang saat menyelidiki situs di Bailuyuan meninggalkan tanggung jawab besar bagi muridnya, Fang Kun. Mahasiswa pascasarjana Arkeologi Universitas Qin Chuan itu kemudian mengajukan diri mengikuti penelitian Tembok Besar di Yusai demi meneruskan tekad sang mentor. Kesempatan untuk menelaah kembali makam tak dikenal di Yincun muncul ketika sebuah tim arkeologi mengundangnya bergabung. Di lokasi, ia bertemu Luo Qing, mantan kekasihnya yang kini memimpin tim. Temuan makam berbentuk aksara “ya” menghidupkan kembali teorinya, tetapi juga mendatangkan kontroversi dan bahaya.
Komentar 0
TerbaruAturan komentar
Komentar yang melanggar dapat dihapus pengelola.
Menyiapkan akun…
Memuat komentar…