Pilih resolusi video untuk diunduh.
Dalam perjalanan menghadiri wawancara, Naho mendapati dirinya tiba-tiba ditarik oleh seorang pria yang sedang berselisih dengan seorang wanita. Tanpa persetujuannya, pria itu menyebut Naho sebagai pacar barunya. Naho spontan mendorongnya karena marah, lalu melanjutkan perjalanan ke Solo Design Office. Sesampainya di sana, ia terkejut mengetahui bahwa pria tadi adalah Sakisaka Takumi, presiden perusahaan. Insiden tersebut membuat wawancara untuk pekerjaan paruh waktu yang dibutuhkannya terasa serba canggung. Namun, Naho tetap mendapat pekerjaan dan harus berhadapan lagi dengan Takumi sebagai atasannya.
Komentar 0
TerbaruAturan komentar
Komentar yang melanggar dapat dihapus pengelola.
Menyiapkan akun…
Memuat komentar…