Pilih resolusi video untuk diunduh.
Pusat Kontrol Operasi Umum Shinkansen menerima panggilan yang mengubah perjalanan Hayabusa No. 60 menjadi situasi darurat. Penelepon mengatakan bahwa bom di kereta akan segera meledak bila kecepatannya jatuh di bawah 100 km/jam, lalu menuntut pembayaran 100 miliar yen. Kabar tersebut menempatkan kondektur Takaichi dan seluruh penumpang dalam ancaman besar saat mereka masih dalam perjalanan dari Shin-Amori ke Tokyo. Takaichi bersama para pegawai kereta api pun berusaha keras mencegah ledakan tanpa menghentikan kereta.
Komentar 0
TerbaruAturan komentar
Komentar yang melanggar dapat dihapus pengelola.
Menyiapkan akun…
Memuat komentar…